"
Awal mula diterapkan sistem Finger Print di Sekolah pada bulan Januari
2024 yang lalu, banyak orang tua yang protes kepada saya, namun saya
yakin apa yang saya kerjakan adalah sangat tepat sekali diterapkan di
sekolah ini, Alhamdulillah, banyak orang tua siswa - siswi yang sadar,
bahwa dengan diterapkan sistem ini , dapat membantu kehadiran siswa di
sekolah ini dengan tepat waktu," lanjutnya lagi.
"
Begitu juga pada penerimaan siswa baru kelas X, Kita akan menerapkan
pendidikan karakter kepada siswa terlebih dahulu selama 1 bulan lamanya
dan juga akan dibuat kegiatan riset kepada siswa_ siswinya dan untuk
kelas XI menuju kelas XII, akan dibuat magang selama 2 minggu pada
waktu libur sekolah, dan ajaran baru, siswa /i tersebut akan
mempresentasikan kepada kita hasil kegiatannya kepada kita nantinya,"
tegasnya.
" Menurut analisa para guru, siswa/i
yang mendaftarkan disekolah ini akan menurun karena diterapkan sistem
kehadiran ini, namun itu tidak masalah baginya, biar sedikit asal bisa
dibina dengan baik, " katanya sambil menceritakan bahwa dalam tahun
ajaran ini, ada 2 siswanya yang mendapat beasiswa masuk UNNAS YAPIM
Bandung, dimana biaya sekolah, biaya makan dan uang saku ditanggung
pihak perguruan tinggi, tetapi ini khusus kepada siswa yang kurang mampu
tetapi berprestasi di sekolah ini.( Zakaria)
Sumber : https://www.jurnalpost.net/2024/06/sma-negeri-2-siabu-terapkan-disiplin.html